Monday, January 12, 2009

Pasir Muncang

Pasir Muncang, 10-11 Januari 2009-01-11

Alhamdulillah, bertemu di thn 2009, semoga kta selalu sehat dan bahagia, amien…

Yuuuk kita mulai cerita di awal tahun ini dengan berkumpulnya “Baraya Urang” halah….sahanya nu masihan nami ieu?xixiixxiii…padahal mah , Bunda nyalira weh nu masihan nami ieu teh, soalna asik weh dengan Bahasa Sunda “Baraya Urang” padahal saudara2 lain belum tentu setuju dengan nama ini, tapi biarpun….ini teh penamaan darikyuuuu…..siapa tauk nanti pada setuju, tapi kalo gak setuju ya ganti yg lain, yagn lebih penting pan kebersamaan untuk kebahagiaan bersama, jadi nama mah bisa dibicarakan dengan yg lainnya. Gtooo…

Baraya Urang” artinya saudara kita……….merupakan perkumpulan keluarga yg berdomisili Jakarta-Bogor-Bekasi-Tangerang dan Cilegon (paling jauh A Tenten) , perkumpulan yang berasal dari darah Sunda semua, karena memang kita bersaudara dari orang tua kita dan kita merupakan anak2nya yang tinggal di luar Bandung dan ini kita ikat dengan pertemuan arisan yg diadakan per 3 bulanan , ini sudah berlangsung beberapa tahun lalu (tepatnya lupa euy, cobi di bantos Baraya).

Pertemuan kali ini diadakan di Pasir Muncang ,perbatasan Bogor –Sukabumi KM 19 tempat peristirahatan Bank Indonesia,tempatnya asyiiiik juga luas dan pemandangannya subhanallah…….KEREN masih bersatu denaga persawahan dan ada kali dengan batu2nya.

Datang ke pertemuan ini nyicil ada yg bada dzuhur, asyar, magrib dan isya….dan pertemuan ini dihadiri 9 keluarga ( plus Kel. Jaka tamu tetap) lengkap dengan anak masing2 yang mulai ABG tapi ada juga yg masih imut2 , keluarga yg berhalangan hadir 2 yaitu kel. RIza-Tita/Pamulang dan Tenten-Hasanah Cilegon.

Soal makanan, alhamdulillah lengkap tidak kekurangan karena dengan bai khati da ntidak sombong tiap keluarga membawa makanan ada makanan kecil, rencang sangu (bunga pepaya, ayam goreng, otak2 goreng), belum makanan selingan tuk menghangatkan bdan di udara dingin...BCA alias baso ceker ayam, hiiiiiiiii langsung abis tuh sore2 dengan membawa 100 biji, malah 3 kelaurga gak kebagian karena datang bada isya itu, heeee.......punten ach kanggo kel. Iman/Bekasi, A Tete/Bogor dan Kel. Musa-Meli/Pamulang, sanes teu tega tapi.....ABG nya pada ngukut naga tuh di perut, haaaaaaaa

Kumpul barengnya ya pas makan malam yg sebelumnya ada karaoke bersama yang tanpa mike, heeee mikenya rusak, gpp nyanyi mah jalan terus.Hatur nuhun Irwan yg telah menyediakan dan membeli dadakan CD karoke untuk para tamu.

Seru memang dengan keriuhan anak2 yg main bola, bulu tangkis dan lari2an dan ini tidak memandang waktu alias malam2 pun mereka bisa main bola, dasar barudak nya…..

Setelah makan malam kita mulai acara utama yaitu dengan arisan yg di buka oleh sesepuh urang sadaya Kang Toha dan diikuti dengan sambutan tuan rumah Irwan dan selanjutnya mah arisan di buka dan yg dapat kali ini Kel. Kang Toha ,alhamdulillah…..

Acara selanjutnya bakar jagung dan anak2 mah diselingi main bola ……di tengah bakar jagung kita mengadakan demo n info gelang kesehatan dan baru selesai sekitar jam 12 malam dan kita baru bubar malam itu jam 12.30 untuk istiraha karena besok pagi akan jalan menyusur sungai dan sawah.

11 Januari 2009

Dimulai dengan jalan pagi bersama menyusuri sungai dan melewati jembatan bambu nu palaur tea geuning meuntasna teh. Enak dan bagus udara sekitar yg menunjang kita bisa jalan terus menyusuri dan melihat petani yg sedang bekerja tuk sawahnya.

Dengan galengan sawah yg licin karena seharian kemarin hujan rintik terus di lalui tanpa alas kaki,heeee bikin asyiiik euy, sesekali mah aksi foto (Bunda sendiri belum mandi nih, tauk dech yg lain, sepertinya rata2 sama kaleee yak,heeee) apa lagi ada Dianti nih yg ABG yg lagi doyan ber FB dan baru mulai ngeblog juga,seru dech.

Susur sugai dan berbasah2an , foto di atas batu besar dan jalan lagi mencari jalan kembali ke penginapan.......ternyata 1 jam sudah tak terasa dan cukup menguras kalori, haaaaa…….alasan pisan ieu mah tuk bisa makan enak, dan betul sampe di lokasi kita disediakan snack pagi, ada pisang aroma, roti bakar, jagung rebus, naon deuinya? Hilap…..punten dan hatur nuhun kanggo Irwan - Shaly nu tos nyadiakeun sadaya ieu.
Leres2 berkesan yeuh kanggo kempelan danget ieu, tiasa kempel pagiling gisik salami kirang langkun 24 jam.

Alhamdulillah ya Allah atas semua rahmat dan nikmat yg Kau berikan dan atas seizin Engkau lah hamba bisa berkumpul dengan segala keterbatasan masing2.

Mangga wargi sadaya kanggo kempelan payun sasih Maret insya allah urang tiasa kempel kalayan dipaparin sehat amien….

Irwan-Shaly

Wednesday, January 07, 2009

Nasi Bancakan dan Ririungan BArudak Bandung

Libur sekolah semester ganjil mulai nih,artinya 6 bulan lalu nulis terakhir, haaaa….keterlaluan yg namanya males kok panjaaaaaang amir seeeeh.

Ok mumpung lagi mood nulis kita mulai dengan libur menjelang ganti tahun dari 2008 ke 2009, yup…….tgl 31 Des 2008 hari dan tanggal terakhir dilalui setengah hari di kantor kemudian dilanjutkan perjalanan ke Bandung.

Bandung , malam tahun baru full tidur karena berasa capek secara 3 hari si bibi pulkam dan menjalankan rutinitas seisi rumah di tambah kedatangan tamu ipar lengkap dengan anak2nya jadilah badan remuk, wek…….

Di Bandung keesokan harinya malah pijit badan dengan harap mengurangi rasa capek dan persiapan perjalanan selanjutnya ke Cibangkong Tasikmalaya untuk terima tamu, ya sebenarnya gak full kerja sech, ya namanya pulkam ada aja yg harus diselesaikan dan dikunjungi, dari mulai nengok saudara sakit, ngerawat rumah dan nengok”my baby new year” kok…..? yup karena Auliya dilahirkan tepat tgl 1 Januari 2009.

My baby new year ini lahir dengan berat badan 3,9 kg, subhanallah dek…..meuni gendut siga orok 3 sasih, euleuh…….jadi ampeg lamun mangku teh.

Kesempatan kuliner juga pasti di jalankan, disana sempat makan kupat tahu H Esah, gratis lagi,heeee…..coz ternyata tetangga yg waktu pengajian ketemu teh anak yg punya kupat tersebut, alhamdulillah gretong abis, hatur nuhun bu Tati……..

Makan kupat tahu dan sebelumnya beli sandal kulit asli khas Tasik untuk memenuhi pesanan teman kantor Ayah :Mb Myrna n Mb Nani……..

Di Tasik 3 hari 3 malam, karena masih ada urusan di Bandung, selain nengok saudara sakit juga menghadiri “Ririungan Barudak Bandung” yang diadakan tanggal 3-4 Januari 2009 dan diadakan di Sasana Budaya Ganesha ITB.

Kita (Ayah, Bunda, Kakang, bi Yanti dan the Alet) datang sekitar jam 7 di lokasi dan segera keliling arena tuk mengetahui stand yg ada, dari stand makanan ,kerajinan, batik juga yg menarik adalah ada patung manakin yg meragukan kepalsuannya……bener loh kepalsuannya sebab itu patung meuni persis manusia di bekukan dech……sampe2 molohok menyakinkan apa bener yg nongkrong di meja the patung or manusia? Setelah mampir dan menyakinkan barulah YAKIN kalo itu manakin yg detail, selain patung manusia, ada juga tahu goreng lengkap dengan cabe rawitnya, siomay dan hmmm…..yg ini nih jorok banget kotoran manusia yg mirip banget, jijay….dech.

Dilanjutkan dengan foto2 di mobil2 kuno, setelah itu ngikutin live musick deh ada mat beatles dan groups lainnya dan semuanya ok punya, sampai2 yg hadir terlarut dalam tarian keceriaan lagu2 lama dan baru, Bunda dan Bi Yanti pun larut disitu, lucu dech narinya ada ibu2 yg heboh lupa umur, heeeee…..yg akhirnya mendaptkan voucher hadiah ke jigrahannya.seruuuuu……..lagu demi lagu makin heboh akhirnya kita pulang tepat jam 21.30 karena berasa lapar,heeeeee….setelah nari dan nyanyi.

Ririungan Barudak Bandung , apaan? Yup……Reuni SMA Negeri/Swasta se Bandung mulai angkatan tahun 60 – 90 , dan kalo dilihat dari susunan kepengurusan banyak terlibat alumni SMANSA, naha kunaon nya? Mangga panitia terangkeun…..

Acara ini merupakan acara kedua mereka sebelumnya thn 2007 di adakan Babarengan Balik Bandung di Braga City Walk.

Malam itu belum berkahir disitu karena mencari makan dan dapat di PasKal Squer yg buka hingga jam 12 malam, sambil makan menikmati lagu2 live , enak juga…..setelah itu?waktu sudah larut jam 11.30 pas ke parkir eh…ternyata depannya ada Happy Puppy lanjut dech…..2 jam, alhasil jam 2 pagi baru nyampe rumah, capeeeeek.

5 Jan 2009 Ayah ada janji wawancara kang Aep yg punya patung mirip manusia dan kita datang ke work shop nya untuk mengorek lebih dalam mengenai kiprah dan karya nya cemerlang, hasil liputannya sudah terbit diKompas, 10 Jan 2009.

Pulang Wawancara dilanjut ke Saung Mang Ujo untuk beli angklung yg akan diberikan sebagai hadiah sebuah theater Tanah Pucung di daerah tempat tinggal, Jombang Bintaro.
Dah dapat 2 set langsugn nyari maksi krn memang sudah waktunya pilihan jatuh ke NASI BANCAKAN yg bertada di jl. Tronojoyo, tempat ini biasa aja, namun aneka makanan sunda jadul, mulai dari pucung, tutut, goyobod dll dan yg lebih aduhai piring dan gelas yg dipakai dari bahan seng , haaaaa……asa jaman mana nya?tuh tingali geura meuni lucu, jangankan alat jadul, tulisan wae pake bahasa sunda ………..

Makan sagala, aya jengkol, peuteuy, suung, picung, pindang lauk mas, ayam goreng, bandeng goreng, jamur kuping, lalab n sambel oge 2 goyobod……tah eta the buat 4 orang dewasa, sabaraha cik totalna? Hanya Rp. 70.000 saja…tobaaaaat dech meni murtah pisan , eta mah asli murah.

Setelah makan mah pulang tuk siap2 ke Jakarta, wareg sudah , tinggal balik to rutinitas…..bye….bye….Bandung.

Wednesday, October 08, 2008

Bagian 4 (Habis) Kampung Naga dan Garut


KAMPUNG NAGA, sebenarnya sudah lama ingin kesini namun apalah daya waktu dan kesempatan baru kali ini. SUbhanallah.........tertata rapi dan bersih dimulai dengan tangga turunan yg berjumlah 320 anak tangga yang menuju perkampungan Naga.



Gerbang perkampungan kita istirahat dan makan siang sambil bincang2 dengan pak Endut sang guid , untuk keterangan lebih jauh "Kampung Naga"




Jumlah rumah/KK yg terdapat disana harus tetap dengan jumlah 122 KK, kalaupun ada anak atau kerabat yg menikah mereka akan/harus hidup di luar Kampung Naga. Kampung Naga dengan ke khas an nya tanpa tarang listrik dan elektronik lain juga dengan atap rumah yg seragam dan semua menghadap barat, jadi terlihat teratur dan rapi

Semua ini mencerminkan keteraturan dan ketertiban aturan dan gaya hidup disana, sungguh tenang, nyaman dengan kesederhanaan semua ini.


Terlihat alat makan dari seng, lamun baheula mah kita pake cangkir/piring dari seng yg warna hijau tea yah....juga terlihat tempat "nyileungleum" (naon tah bhs Indonesianya ) hayam ,ada juga ibu2 yang sedang mengayam menbuat keranjang dodol untuk mengisi waktu luang mereka disiang hari .  

Kita terus menyusuri perkampungan yg nyaman dan tenang melewati rumah2 yg sepi krn ditinggal si empunya kesawah, hingga akhirnya kita memasuki rumah pak Endut sang Guid, yg didalamnya terlihat istri Pak Endut sedang memasak menggunakan tungku dan "seeng"untuk menyambut hari panen besok.

Di Rumahnya yg sederhana nan resik Pak Endut memperlihatkan kpd anak2 setrikaan yg menggunakan arang, bubu untuk menangkap ikan, kita pun sempat mengabadikan di depan rumahnya. Tidak sampai disitu kita masih keliling seputar rumahnya dan ternyata istrinnya menjual souvenir khas Kampung Naga, ada rumah kecil, gitar, dll. sambil ngobrol Pak Endut memperlihatkan etem, alat memotong padi, bagi anak2 ini hal baru,tapi Bunda oge can terang ketang, heeeee.....jadilah melihat demonya "memopong rumput" heeee.  

Disana kita sempat solat di masjidnya dan berkeliling melihat gedung pertemuannya, tempat menumbuk padi juga tempat2 lainnya.Selagi Pak Endut memberikan keterangan seputar Kampung ini, kita melihat dan mengisinya buku tamu yg disediakan ,dan ngobrol punya ngobrol mang Endut tidak ketinggalan mengeluarkan kata2 yg ngtren di kalangan anak muda "SECARA"  ayah pun bertanya  "jadi kata secara tuh asalna ti Kampung Naga, pak?"" dasar si Ayah iseng bin penasaran, heeeeee.

Sebelum meninggalkan Kampung Naga yang asri, anak2 tidak mau membuang waktu bermain disungai dengan batu2 yg besar dan air yg bersih......alhasil jadi nambah seneng deh tuh anak2, padahal gk ada acara mandi sungai loh sebelumnya, jadilah para ortu nunggu .


GARUT, Dana Dariza yg alamnya indang gulindang dech...juga lingkungan yg nyaman denga fasilitas komplit, plit, plit.....waterboom OK, sepeda air, sampan, macing juga oke....rasanay ingin mengulagn kembali kesana euy

      

Wednesday, August 06, 2008

Bagian (3-)

Situ Pajalau =danau Toba Jabar
6 Juli- MElanjutkan wisata kita ke Situ Panjalu yang berada sebelum kota Ciawi Tasikmalaya, dengan jalanan sedikit menanjak ke pegunungan dengn udara sejuk cenderugn berhawa dingin dengan tiupan angin kencangnya.

melihat Situ Panjalu jadi teringat Januari lalu perjalanan dengan Kakang ke Medan apa pasal....ya dengan udara sejuk, danau dan pulau ditengah2 dengan nama Nusa Gede mengingatkan danau Toba, heeeeeeee...ya bisa jadi Tobanya Jawa Barat.

Untuk mencapai Nusa Gede sendiri kita menggunakan perahu dengan sewa per orang Rp. 5000,- muatan perahu tersebut bisa mencapai 15-20 orang, berhubung kita juga rombongan berjumlah 11 orang, akhirnya diputuskan sewa 1 perahu dengan nilai Rp. 80.000 (PP) untuk mencapai Nusa Dua memerlukan waktu kurleb 20 menit dengan daya dayugn 1 orang di bantu para penumpang(ini mah ala kadarnya dayungnya), akhirnay kita bergantian tuk nyoba dayung, Nusa Gede terdapat banyak pohon yg dihuni oleh kelelawar banyak sekali dan tidak mengenal waktu kapan dia ingin berkeliaran ya weeeeer seperti terlihat di gambar padahal waktu menunjukkan pukul 10.45 Wib.



'Ayo dayung terus Tess........"dan alhamdulillah tiba juga kita mendarat di Nusa Gede dengan Gerbang ditandai Singa 1 pasang dan menuju lokasi dalam pun kita harus menaiki anak tangga berjumlah 88 buah.




Nah kalo di tengah nya sendiri terdapat kuburan yang dipercayai sebagian orang tempat keramat dan dipakai wisata ziarah oleh warga NU, apalagi setelah Gus Dur mengunjungi tempat tersebut, banyak warga NU misal waktu kita disana ada yg datang dari Sidoarjo Jatim dan Banjarmasin Kalimantan.

Tidak hanya wisata Ziarah saja, namun Nusa Gede menyimpan hutan yg asri dan nyaman tempat hinggapnya berratus2 malah beribu2 kelelawar jumlahnya, dasar ngkota kali ya ada akar gantung yg bagus untuk dipakai ayunan, jadi naik lah Ayah seperti "leluhur" kita, heeeee.......terbukti Ayah mampu bergelantungan dan duduk di akar tersebut.


Tidak jauh dari Situ Pnjalu ada situs sejarah dengan nama "Bumi Alit" alias ruma hkecil ini pun tidak luput dari wisata ziarah yagn didalamnya terdapat pusaka2 , seperti namanya memang bangunan itu hanya kecil di bandnin dengan tempat bersejarah lainnya.













Situ Panjalu dan Bumi Alit sudah terjelajah, melanjutkan dengan perjalanan ke Gunung Galung ,dengan semangat 45 masih ok2 saja secara FEsti, Imam,Dhilan, Zedi, Vero, Sonny, Olav da nTesa belum menapakkan ke sana, jadi seru biru .........tapi wisata galunggugng gk cerita yak......kita besok cerita ke Kampung Naga dan Danau Dariza garut




Tuesday, August 05, 2008

HUT WSAB

Hatur nuhun kanggo wargi sadaya nu tos nyempetkeun waktosna dina syukuran Milad WSAB nu ka-3 sakantenan arisan sasih Juli kocokan ka-3.

Alhamdulillah kamari urang tiasa kempel di Grand Indonesia (GI) ti tabuh 18.30 dugi 20.00 WIB kanggo pesertana masih club EDED nyaeta nu hadir, Molly, Fifie, Irma (ieu mah jarang2 yeuh),nana (anu gembul alias nyeepkeun si bentang WSAB GURILEM tea, Na ulah ngambek da ieu mah bukti otentik dipayuneun urang sadaya,haaaaaaaa), abdi tantri katambihan pun adi neng Yanti ti Bandung.

hatur nuhun kanggo neg Fifie nu tos nyiapkeun kue ultah WSAB (imut n geulis euy), Molly biasa tukang nyandak gurilem, abdi nyandak oleh2 ti Semarang Wingko babat, Irma nu tos nyiapkein lilin sareng korekna, tah ari Nana? sesuai (bhs Sunda na naon nya?) obrolan sateuacanna siap ngaraosan ,....alhamdulillah sadaya barokah n manfaat, padahal abdi oge tos nyiapkeun tupperware kanggo kue tea,haaaaaa.......alim rugi baraya.
alhamdulillah sadaya manfaat , amien....

Syukuran kamari di buka ku Irma nu nerangkeun sajarah WSAB, salajengna urang ka du'a kanggo ka langgengan WSAB mugi tiasa nyangreudkeun tali silaturahmi kanggo Wanita Sunda nu aya di WSAB sareng sasami Sunda umumna.


Dina arisan di GI anu kenging Neng Imol sareng neng Nana (sigana harita langsung balanja kitu?).Alhamdulillah.


Uih deui ka KUE ULTAH, eta kue teh sempet janten bentang meuni ka di potret teras tah kunu hadir teh, di bolak di balik di gular di gilir heboh pisan, teras di potret saatos kanggo lilin angka 3 dihurungkeun atuh dugi ka ngaleleh eta lilin teh malah dugi potong sagala, saur Irma teh "Halah geuning urang teh can niup lilin, sibuk ku motret" hiiiii......bakat ku reueus panginten nya.

Pas rengse acara mah eta kue teh atuh janten rebutan aya nu nyandak 4(abdi, heeee) ,Nana sabaraha hiji??? neng Imol mah teu nyandak, aya nu bade icalan kue oge nyaeta Neng irma, eta mah di borong weh eta kue sareng wadahna (sueeeer siga nu bade icalan,heeeee), kue seep, gurilem kitu oge, dugi ka Wingko babat oge ledis, alhamdulillah manfaat.

sakali deui hatur nuhun kanggo wargi sadaya, hatur nuhun dina sasarengan urang di WSAB mugi langkung pageuh tatali urang aya manfaat ,amien....

cag..........,

Monday, August 04, 2008

bagian (2)

Tasikmalaya pun menjadi kota ke-2 kunjungan kali ini dan Sabtu, 7 Jul 2008 menjadi pengalaman pertama bagi A Imam,Dhilan, Zedi, Kakang,Olav dan TEsa yagn merupakan satu2nya anak wanita tapi tetep ngikutin semua kegiatan ala anak2. yuuuuk!!!!.........

sabtu pagi selesai sarapan langsung ke Kebun Cibangkong tuk mancing niatnya, namun ternyata........air kolam surut karena "halodo" alias kemarau, jadilah anak2 bermain lumpur di kolam dengan bermain bola sampai mejelang tengah hari.



tak kalah sibuk Bunda nge-shoot sana-sini mengabadikan keriuhan anak2 dan kesibukan eyang masak tuk makan siang nanti.halah kadon sibuk mengaabadikan geuning sanes mantuan eyang masak nya....haaaa......keun weh ah da tara tiap bulan ngariweuhkeun lagian aya nu ngabantuan si Bibi dadakan.lanjuuuut.

Setelah capek main bolah mah anak2 teh pada mandi n berenang air panas weh di CIpacing, tentunya tetep sambil main2, sedangkan Bunda beberes nyiapin tuk lunch, yg superduper heboh dengan aneka lauknya, coba tebak apa aja?hiiiii....seabareg jelasnya, ada ikan gurame bakar , ikan mas goreng, bakar ayam dan pepes ikan mas ala Nin Euis, tidak ketinggalan lalaban dan sambel......hepoh pan.


Bener2 heboh selain memang lapar karena capek kegiatan, makanannya juga mendukung tuk makan banyak apa lagi dengan nasi liwet aduhai hasil masakan ibu , MAKIIIN dech.



Thursday, July 24, 2008

START -Cerita (bagian 1)

Siapapun akan menunggu untuk berkumpul dengan keluarga setelah mengikuti belajar selama 6 bulan kebelakang.Termasuk Ayah-Bunda dan Kakang ya……..dengan memanfaatkan liburan kali ini kita berencana pulkam alias pulang kampong, kemana lagi kalo bukan TASIKMALAYA.

YUP……..kampung halaman Ayah Kakang yang asli sana, bermula dari rencana untuk beres2 “Saung Kakang” yang sudah lama terbengkalai dan niatnya ingin di benahi bener2 jikalau di singgahi udah rapi secara sekarang sudah ada yg nungguin.

Rencana manusia hanya Allah yg pasti, jadi berubah rencana secara keluarga Festi dan Vero turut serta liburan . Jadwal awalpun berubah dengan cermat Bunda menyusun untuk kelancarannya.

Dimulai dengan berangkat (6 /6) konvoi 2 mobil dari Bintaro keluarga Nugraha (3 org) dan Festi (4 org) pada jam 6.15 menuju Bandung yg sebelumnya Rest Area menjadi titik temu antara Kel. Sonny Karaou ( 4 org) dari Bumi Serpong Damai dan Bintaro, total 3 keluarga kan?pasti?jelas? YAKIN…….lanjut!!!!

TIba di Bandung mampir di Kopo Elok rumah ortu Bunda untuk sarapan lanjut lagi ke Tasikmalaya yg di daerah nagreg kena macet karena ada truk mogok, akhirnya Ayah dan anak laki2 memisahkan diri tuk solat Jum’at sedangkan Bunda, Festi dan Kel. Karaou lanjut Tasik, alhamdulillah Bunda sebagai driver didampingi co-nya Festi berjala nmulus dan lancar diikuti kel. Karaou.

Karena hari sudah siang dan schedule berikutnya lunch mie Laksana di Kota Tasik jadi berangkatlah setelah menunggu Ayah n anak2 selesai solat Jum’at.

Alhamdulillah semua menikmati kelezatan “Laksana” , hari ini dihabiskan di Tasikmalaya dan Ciawi, sekalian istirahat dan persiapan aktifitas besok di “Saung Kakang” CIbangkon .